Kram perut bagian bawah kiri seringkali mengganggu aktivitas karena rasa sakitnya yang begitu tak tertahankan. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari masalah ringan menstruasi, hingga gangguan serius seperti kanker atau batu ginjal.

Namun, tak jarang sebagian dari Mom pun bertanya-tanya kram perut bagian bawah apakah tanda hamil? Well, untuk mengetahui kebenarannya, berikut Ruangmom rangkum secara lengkap macam-macam penyebab kram perut bagian bawah hingga cara mengatasinya. Simak, yuk!

Kram perut bagian bawah apakah tanda hamil?

Perut kram bagian bawah pada wanita umumnya disebabkan oleh menstruasi. Namun, bila nyatanya nyeri ini disertai dengan telat haid, Anda pasti menjadi bertanya-tanya apakah mungkin kram tersebut adalah tanda hamil?

Mom, perut kram bagian bawah memang bisa menjadi salah satu pertanda kehamilan. Nyeri yang Anda rasakan itu timbul akibat proses implantasi dalam perut, yaitu ketika janin mulai tertanam pada dinding rahim.

Biasanya, kram perut ini hanyalah bersifat ringan dan akan segera pulih dengan istirahat. Agar lebih yakin kram perut bagian bawah apakah tanda hamil atau bukan, Mom dapat menggunakan test pack atau langsung memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan.

Berbagai penyebab kram perut bagian bawah

Di samping menandakan kehamilan atau datang bulan, berikut adalah faktor-faktor lain yang bisa menjadi penyebab kram perut bagian bawah kiri.

1. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Penyebab kram perut bagian bawah yang pertama adalah Irritable Bowel Syndrome (IBS). Ini merupakan gejala iritasi pada saluran pencernaan atau usus akibat perubahan hormon, stres, pola makan, atau bahkan penggunaan obat-obat tertentu. Walaupun merupakan masalah umum, akan tetapi IBS cenderung dialami oleh wanita.

2. Radang panggul

Selain masalah pencernaan, radang panggul juga bisa menjadi penyebab kram perut bagian bawah kiri yang Mom alami. Dalam kedokteran, kondisi ini disebut sebagai Pelvic Inflammatory Disease (PID), yaitu infeksi organ dalam wanita, entah itu indung telur, tuba falopi, maupun rahim.

3. Kista ovarium

Penyebab kram perut bagian bawah berikutnya adalah kista ovarium. Ini merupakan kantung kecil berisi cairan yang bisa timbul akibat peradangan dari jaringan endometrium di ovarium. Kista tersebut akan mendorong penekanan pada otot perut serta dinding rahim sehingga menimbulkan rasa nyeri yang melilit.

4. Gangguan reproduksi

Jika Mom menderita gangguan reproduksi, seperti infeksi saluran indung telur, kanker rahim, atau keputihan kronis, bisa jadi itulah penyebab kram perut bagian bawah kiri yang Anda alami. Parahnya, kondisi ini dapat mengakibatkan seseorang hilang kesadaran hingga jatuh pingsan.

5. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan juga merupakan penyebab kram perut bagian bawah kiri, Mom. Ini adalah kondisi sel telur yang mengalami pembuahan di luar dinding rahim. Hal tersebut akan mendorong terjadinya gangguan seperti tegangnya otot sekitar rahim hingga iritasi. Akhirnya rasa nyeri pun tak terhindarkan.

6. Gangguan plasenta ketika hamil

Ibu hamil yang mengonsumsi banyak minuman alkohol dan berkafein berisiko menderita gangguan plasenta. Kondisi ini pada akhirnya akan mendorong terjadinya infeksi hingga pendarahan yang menjadi penyebab kram perut bagian bawah kiri.

Baca juga: Posisi Tidur Ibu Hamil dengan Plasenta Previa

7. Infeksi saluran kemih

Selain gangguan plasenta, konsumsi kafein atau alkohol secara berlebihan juga dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih penyebab kram perut bagian bawah. Hal tersebut akan menimbulkan komplikasi pada otot di sekitar rahim, seperti menyempit, menyusut atau juga kontraksi secara tiba-tiba.

8. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan endometrium tumbuh dan mengendap di tempat yang tak semestinya. Sehingga, ketika terjadi pembuahan, jaringan dinding rahim yang seharusnya luruh malah menumpuk di sekitar organ reproduksi. Pada akhirnya, endometriosis akan membuat Mom merasakan perut kram bagian bawah.

9. Radang usus besar

Jika Mom mengalami perut kram bagian bawah, bisa jadi penyebabnya adalah radang usus besar atau dalam medis dikenal dengan istilah Kolitis Ulserativa. Selain menimbulkan nyeri, kondisi ini biasanya juga disertai dengan gejala lain, seperti diare berlebihan hingga munculnya darah atau nanah pada tinja.

10. Penyakit Crohn

Hampir sama dengan radang usus besar, penyakit Crohn adalah salah satu penyebab kram perut bagian bawah kiri. Ini merupakan peradangan akibat infeksi kronis pada lapisan sistem pencernaan yang dapat mengganggu kinerja otot serta jaringan perut area bawah.

Terdapat gejala lain yang umumnya menyertai, yaitu mual, muntah, diare, penurunan berat badan, dan lain sebagainya.

11. Gangguan ginjal

Siapa sangka jika perut kram bagian bawah merupakan tanda gangguan ginjal. Yup, masalah tersebut dapat menurunkan fungsi ginjal dalam mengendalikan darah serta cairan tubuh. Dengan begitu, seluruh sistem jaringan otot bisa mendadak kejang dan menimbulkan nyeri.

12. Usus buntu

Perut kram bagian bawah juga dapat dikarenakan usus buntu lho, Mom. Penyakit ini disebut juga sebagai kolik abdomen, di mana pengidapnya akan merasa nyeri pada bagian pusar dan bergerak hingga ke area kanan bawah perut.

13. Keloid

Jika Mom pernah melakukan operasi perut atau panggul, ada kemungkinan Anda berisiko mengalami keloid. Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang dapat menjadi penyebab kram perut bagian bawah. Keloid pada dasarnya adalah bekas luka yang tumbuh secara abnormal akibat kuret, caesar, dan prosedur operasi lainnya.

Baca juga: Mungkinkah Haid Tapi Hamil? Berikut Penjelasan Dokter

Cara mengatasi kram di perut bagian bawah

Pada gejala ringan, Mom bisa melakukan beberapa hal di bawah ini sebagai cara mengatasi kram di perut bagian bawah.

  • Beristirahat
  • Minum air yang cukup
  • Kompres hangat area nyeri
  • Meminum teh herbal
  • Hindari latihan perut berat
  • Hindari makanan padat untuk sementara
  • Hindari kopi, alkohol, atau minuman berkarbonasi
  • Menggunakan obat pereda nyeri
  • Lakukan yoga atau peregangan

Itulah informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi kram di perut bagian bawah yang perlu Mom ketahui. Jika Anda mengalami sakit perut disertai nyeri hebat, mual, muntah, demam, perut bengkak dan sakit saat disentuh, atau bahkan tinja berdarah, segeralah konsultasi ke dokter ya, Mom. Semoga bermanfaat!